Prodi Agrobisnis Perikanan 

MATERI PERTEMUAN MINGGU 1

UNIVERSITAS DR. SOETOMO

Jl. Semolowaru 84 Surabaya

 

ANALISIS INSTRUKSIONAL

Mata Kuliah : Menejemen Operasi Penangkapan Ikan

Semester/Bobot :VII/3 Sks

Dosen Pengampu : Ir. Samsul Huda, MP

 

 

 

 

 

 

 

1.   Penentuan Capaian Pembelajaran

 

 

Matakuliah : Manajemen Operasi Penangkapan  

Bidang Kemampuan

Deskripsi tingkat kemampuan

Deskripsi tingkat keluasan dan kerumitan materi keilmuan

Kognitif

Menjelaskan (C1) dan menganalisis (C4)

Menjelaskan dan menganalisis persoalan sistem dalam bidang perikanan tangkap.

Psikomotorik

Membuat (P2)

Membuat model sistem bidang perikanan tangkap.

Afektif

Mengasumsikan penilaian (A3)

Mengasumsikan model estimasi produksi sumberdaya perikanan tangkap.

Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu menjelaskan, mengasumsikan dan membuat : pendekatan sistem dalam  operasi penangkapan ikan guna menunjang industri perikanan tangkap (C2, A3, P2)

 

 

 

2.   Penetapan Kemampuan Akhir yang direncanakan dan indikator

 

 

Matakuliah     

: Manajemen Oprarasi Penangkapan Ikan

 

 

Capaian Pembelajaran

:

 

 

No

Kemampuan Akhir yang direncanakan

Indikator

Materi

 

1

1.     Mahasiswa mampu menjelaskan  wirausaha dan impian (C2)

 

1.1. Dapat menjelaskan impian menjadi  wirausaha.

1.1    Impian menjadi wirausaha.

 

1.2. Dapat menjelaskan impian harus Smart

1.2    Impoian Smart

 

1.3.Dapat menjelaskan pengertian 

       entrepreneur

1.3    Pengertian 

  entrepreneur.

 

1.4.Dapat menjelaskan pendapat para

      pakar mengenai kewirausahaan.

1.4  Pendapat pakar 

mengenai kewirausahaan

 

1.5.Dapat menjelaskan keuntungan dan

       kerugian wirausaha.

1.5 Keuntungan dan kerugian wirausaha.

 

1.6.Dapat menjelaskan langkah langkah

      memulai wirausaha.

1.6 Langkah mulai wirausaha.

 

2

 

 

 

 

2.Mahasiswa 

mampu 

      Menjelaskan  

      karakter

      kewirausahaan  

      (C2)

2.1.Dapat menjelaskan karakter

      wirausaha.

2.1.   Karakter 

 wirausaha.

 

2.2.Dapat menjelaskan faktor penyebab

      kegagalan wirausaha.

2.2    Faktor 

         penyebab

         kegagalan

         wirausaha.

 

3

3.     Mahasiswa  

      mampu menjelaskan penentuan peluang usaha (C2)

3.1.Dapat menjelaskan penentuan peluang usaha.

3.1   Penentuan peluang usaha.

 

3.2.Dapat menjelaskan lapangan dan pengembangan gagasan usaha.

3.2   Pengembangan gagasan usaha.

 

4.

 

4.    Mahasiswa mampu  menjelaskan ketegasan dalam aspek produksi (C2)

 

 

 

4.1.Dapat menjelaskan definisi produksi.

4.1.  Definisi produksi .

 

4.2.Dapat menjelaskan kebutuhan proses produksi .

4.2.  Kebutuhan dalam proses produksi .

 

4.3.Dapat menjelaskan bahan baku .

4.3.  Macam bahan prodiksi.

 

4.4.Dapat menjelaskan biaya produksi.

4.4   Biaya dalam proses produksi.

 

4.5.Dapat menjelaskan proses produksi.

4.5   Proses produksi.

 

4.6.Dapat menjelaskan pengendalian  produksi.

4.6   Pengendalian produksi.

 

5.

5.Mahasiswa mampu  

   Menjelaskan dan

   menerapkan 

   komunikasi dalam

   wirausaha (C3)

 

5.1 Dapat menjelaskan dan menerapkan pengertian komunikasi .

5.1   Pengertian komunikasi.

 

5.2 Dapat menjelaskan dan menerapkan komponen komunikasi .

5.2   Penerapan komponen komunikasi.

 

5.3 Dapat menjelaskan dan menerapkan tujuan dan fungsi komunikasi .

5.3   Tujuan dan fungsi komunikasi.

 

5.4 Dapat menjelaskan dan menerapkan kegunaan komunikasi .

5.4   Kegunaan  komunikasi.

 

5.5 Dapat menjelaskan dan menerapkan komunikasi dalam organisasi.

5.5   Komunikasi dalam organisasi.

 

5.6 Dapat menjelaskan dan menerapkan teknik Presentasi.

5.6   Teknik presentasi.

 

5.7 Presentasi.

5.7   Presentasi paper.

 

6.

6.Mahasiswa mampu  menjelaskanfishing ground dalam penangkapan ikan (C2)

 

6.1 Dapat menjelaskan pengertian “fishing ground” dalam penangkapan ikan.

6.1   Terbentuknya “fishing ground” penangkapan ikan.

 

6.2 Dapat menjelaskan macam  “fishing ground” dalam penangkapan ikan.

6.2   Jenis  “fishing ground” penangkapan ikan.

 

6.3 Dapat menjelaskan ciri-ciri   “fishing ground” dalam penangkapan ikan.

6.3   Ciri deteksi secara fisik dan analisis peta potensi “fishing ground” penangkapan ikan.

 

7.

7.Mahasiswa mampu  menjelaskan analisa sistem dalam perikanan tangkap (C2)

7.1 Dapat menjelaskan model analisis sistem dalam perikanan tangkap.

7.1   Jenis macam model dalam sistem dalam perikanan tangkap.

 

7.2 Dapat menjelaskan model analisis sistem hubungannya dengan jarak daerah tangkapan.

7.2   Model analisis sistem dengan penentuan daerah tangkapan.

 

7.3 Dapat menjelaskan model analisa sistem hubungannnya dengan penanganan hasil tangkapan.

7.3   Model analisis sistem dengan penanganan hasil tangkapan.

 

8.

8.Mahasiswa mampu  menjelaskan penggunaan sistem dalam perikanan tangkap (C2).

8.1 Dapat menjelaskan pemilihan penggunaan sistem dalam perikanan tangkap.

8.1   Pemilihan penggunaan sistem dalam perikanan tangkap.

 

8.2 Dapat menjelaskan pemilihan penggunaan sistem hubungannya dengan keberlanjutan sumberdaya perikanan tangkap.

8.2   Pemilihan penggunaan sistem hubungannya dengan keberlanjutan sumberdaya perikanan tangkap.

 

8.3 Dapat menjelaskan pemilihan penggunaan sistem hubungannya peraturan per undang undangan pemerintah dalam penggunaan jenis alat tangkap.

8.3   Pemilihan penggunaan sistem hubungannya dengan penerapan peraturan pemerintah tentang pemilihan jenis alat tangkap.

 

9.

9.Mahasiswa mampu  membuat sistem dalam perikanan tangkap (P2)

 

9.1 Dapat membuat disain sistem dalam perikanan tangkap.

9.1   Disain sistem dalam  dalam perikanan tangkap.

 

9.2 Dapat menjelaskan keunggulan dan kelemahan penggunaan sistem dalam perikanan tangkap.

9.2   Keunggulan dan kelemahan penggunaann sistem dalam perikanan tangkap.

 

9.3 Dapat menjelaskan solusi pemecahan kelemahan sistem dalam penggunaan jenis alat tangkap.

9.3   Solusi pemecahan masalah kelemahan suatu  sistem dalam perikanan tangkap.

 

10.

10.Mahasiswa mampu menjelaskan sistem industri perikanan tangkap (C2)

10.1 Dapat menjelaskan sistem industri perikanan tangkap.

10.1  Sistem industri  perikanan tangkap.

 

10.2 Dapat menjelaskan sistem industri hubungannya dengan penggunaan model sistem dalam perikanan tangkap.

10.2  Sistem industri  perikanan tangkap hubungannya dengan sistem dalam perikanan tangkap.

 

10.3 Dapat menjelaskan sistem industri hubungannya dengan jenis hasil tangkapan dengan  sistem dalam perikanan tangkap.

10.2  Sistem industri  perikanan tangkap hubungannya jenis spesies dengan sistem dalam perikanan tangkap.

 

11.

11.Mahasiswa mampu menjelaskan pemodelan sistem perikanan tangkap (C2)

 

11.1 Dapat menjelaskan pemodelan sistem perikanan tangkap.

11.1  Pemodelan  sistem perikanan tangkap.

 

11.2Dapat menjelaskan keunggulan dan kelemahan pemodelan sistem perikanan tangkap.

11.2  Keunggulan dan kelemahan pemodelan sistem dalam perikanan tangkap.

 

11.3Dapat menjelaskan solusi kelemahan pemodelan sistem perikanan tangkap.

11.3 Solusi kelemahan pemodelan sistem dalam perikanan tangkap.

 

12.

12.Mahasiswa mampu mengasumsikan estimasi produksi perikanan tangkap (A3)

 

12.1 Dapat menjelaskan macam analisis estimasi produksi tangkap.

12.1  Macam model estimasi produksi perikanan tangkap.

 

12.2 Dapat menjelaskan persyaratan penggunaann jenis model analisis estimasi produksi tangkap.

12.2  Persyaratan penggunaan pemilihan model estimasi peroduksi tangkapan.

 

12.2 Dapat menjelaskan hasil analisis penggunaan model estimasi produksi tangkap.

11.3 Analisis hasil penerapan model estimasi produksi.

 

 

 

 

 


Tabel 1. Mapping Table

Judul Mata kuliah           : Hukum dan Peraturan Perikanan

Kode Mata kuliah           :

Semester                          :

SKS                                     : 2

Pengajar                           : Ir. Samsul Huda, MP

Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini memberikan kemampuan memahami ruang lingkup Hukum dan Peraturan Perikanan, merancang dan mengevaluasi Program kegiatan Perikanan terkait aturan hukum yang berlaku; menganalisis ketepatan pelaksanaan dan permasalahan. 

Capaian pembelajaran :

1.       Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup Hukum dan Peraturan Perikanan

2.       Mahasiswa mampu merancang dan mengevaluasi Program kegiatan Perikanan

3.       Mahasiswa mampu menganalisis ketepatan pelaksanaan dan permasalahan di lapangan.

No.

Pokok Bahasan

Dokumen

Gambar/Animasi

Audio/video

Tes/quis/tugas

Waktu

Lingk:Url

Metode

1.

Ruang likup Hukum dan Peraturan Perikanan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

2.

Sejarah Konsep- hukum keberadaan lautan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

3.

Hukum laut Internasional sebelum UNCLOS

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

4.

Zona laut Teritorial

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

5.

Zona laut Kepulauan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

6.

Zona Ekonomi Exlusiv

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

7

Aturan dan ketentuan pada kawasan ZEE

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

8.

Sejarah Peraturan Perikanan dan hukum di Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

9.

UTS

 

 

 

 

 

 

 

10.

Hukum Kelautan Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

11.

Hukum Perikanan Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

12.

Perkembangan agribisnis Perikanan  Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

13.

Upaya pelestarian Lingkungan dan sumberdaya ikan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

14.

IUU FISHING

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

15.

Sengketa batas maritime

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

16.

UAS

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasan 1.

Kuliah Awal Lingkup materi

E-learning

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati laut berbeda dengan negara lainya, perkembangan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan manusia terhadap kebutuhan pangan sangat erat kaitanya sumberdaya alam yang dimiliki. Ciri khas bidang perikanan adalah sangat tergantung pada sektor penangkapan utamanya pada terciptanya sumberdaya yang berkelanjutan, karena duperlukan manajemen dalam pengelolaanya agar tidak terjadi kelebihan tangkap (over fishing) karena pengelolaan yang buruk, hal ini termasuk dalam lingkup tantangan kelembagaan tata kelola dan ekonomi.

Sejarah konsepsi mengenai laut :

1.res nullius, konsepsi ini menyatakan bahwa laut tidak ada pemiliknya, sehingga dapat diambil dan dimiliki oleh tiap-tiap negara

2. res communis, konsepsi ini menyatakan bahwa laut adalah milik bersama, masyarakat dunia sehingga tidak dapat diambil dan dimiliki oleh tiap-tiap negara

 


Tabel 1. Mapping Table

Judul Mata kuliah           : Hukum dan Peraturan Perikanan

Kode Mata kuliah           :

Semester                          :

SKS                                     : 2

Pengajar                           : Ir. Samsul Huda, MP

Deskripsi Mata kuliah : Mata kuliah ini memberikan kemampuan memahami ruang lingkup Hukum dan Peraturan Perikanan, merancang dan mengevaluasi Program kegiatan Perikanan terkait aturan hukum yang berlaku; menganalisis ketepatan pelaksanaan dan permasalahan. 

Capaian pembelajaran :

1.       Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup Hukum dan Peraturan Perikanan

2.       Mahasiswa mampu merancang dan mengevaluasi Program kegiatan Perikanan

3.       Mahasiswa mampu menganalisis ketepatan pelaksanaan dan permasalahan di lapangan.

No.

Pokok Bahasan

Dokumen

Gambar/Animasi

Audio/video

Tes/quis/tugas

Waktu

Lingk:Url

Metode

1.

Ruang likup Hukum dan Peraturan Perikanan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

2.

Sejarah Konsep- hukum keberadaan lautan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

3.

Hukum laut Internasional sebelum UNCLOS

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

4.

Zona laut Teritorial

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

5.

Zona laut Kepulauan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

6.

Zona Ekonomi Exlusiv

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

7

Aturan dan ketentuan pada kawasan ZEE

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

8.

Sejarah Peraturan Perikanan dan hukum di Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

9.

UTS

 

 

 

 

 

 

 

10.

Hukum Kelautan Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

11.

Hukum Perikanan Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

12.

Perkembangan agribisnis Perikanan  Indonesia

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

13.

Upaya pelestarian Lingkungan dan sumberdaya ikan

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

14.

IUU FISHING

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

15.

Sengketa batas maritime

docx

PPT & jpg

-

-

100 ‘

-

Kuliah dan diskusi

16.

UAS

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasan 1.

Kuliah Awal Lingkup materi

E-learning

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati laut berbeda dengan negara lainya, perkembangan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan manusia terhadap kebutuhan pangan sangat erat kaitanya sumberdaya alam yang dimiliki. Ciri khas bidang perikanan adalah sangat tergantung pada sektor penangkapan utamanya pada terciptanya sumberdaya yang berkelanjutan, karena duperlukan manajemen dalam pengelolaanya agar tidak terjadi kelebihan tangkap (over fishing) karena pengelolaan yang buruk, hal ini termasuk dalam lingkup tantangan kelembagaan tata kelola dan ekonomi.

Sejarah konsepsi mengenai laut :

1.res nullius, konsepsi ini menyatakan bahwa laut tidak ada pemiliknya, sehingga dapat diambil dan dimiliki oleh tiap-tiap negara

2. res communis, konsepsi ini menyatakan bahwa laut adalah milik bersama, masyarakat dunia sehingga tidak dapat diambil dan dimiliki oleh tiap-tiap negara

 


EVALUASI PROYEK II

 

VI. SOCIAL OPPORTUNITY COST OF CAPITAL DALAM ANALISIS BENEFIT-COST

 

VII.  KEPUTUSAN GO/NO-GO DAN PENGURUTAN PROYEK

 


EKONOMI MIKRO II

 

V. MONOPOLI

 

VI. MONOPOLISTIK

 

VII.  DUOPOLI DAN OLIGOPOLI

 


EKONOMI MIKRO

 

I. PENDAHULUAN

II. TEORI KESEIMBANGAN PASAR (MARKET EQUILIBRIUM)

III. TEORI KEGUNAAN

IV. STRUKTUR PASAR


EVALUASI PROYEK

 

I. PENGERTIAN PROYEK

II. TAHAP-TAHAP SIKLUS PROYEK

III. UNSUR-UNSUR KRITIS DALAM FORMULASI PROYEK

IV. TUJUAN SERTA KRITERIA ANALISIS PROYEK

V. ANALISIS PRIVAT DAN ANALISIS EKONOMI


Mata kuliah bioteknologi merupakan mata kuliah yang dirancang untuk penguasaan kompetensi dasar prinsip bioteknologi yang menyangkut isolasi gen, kloning gen, Fermentasi, rekombinasi gen dan transfer gen melalui teknik biologi molekuler guna mengaplikasikan prinsip genetika molekuler ikan dalam budidaya ikan pada program studi perikanan.


Dalam penyelesaian persdoalan linear progrmming ada dua cara
1. Cara peneyelesian dengan model curve 
2. Penyelesaian dengan cara Tabel Simplek

Untuk materi kuliah kali ini menjelaskan cara penyelesian dengan model curve 
cara ini hanya bisa dilakukan dengan dua variabel

Perumusan Masalah Penelitian

2 Perumusan Masalah Titik awal suatu penelitian.
Pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin dijawab dalam penelitian.Dirumuskan dari masalah yang sudah diidentifikasi, dipilih dan atau dibatasi.Titik acuan untuk: penyusunan tujuan, pengajuan hipotesis, analisis data, dan kesimpulan.

3 Tujuan Perumusan Masalah :
Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnyaUntuk memudahkan pengajuan hipotesis, analisis data dan kesimpulan.Memenuhi keinginan sosialMeyediakan sesuatu yang bermanfaat

4 Cara merumuskan masalah
Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.Rumusan hendaknya jelas dan padat.Fokus pada variabel yang diteliti (baik dependent/independent variables).Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa.

5 Misalnya: Apakah urea dapat memperbaiki kualitas air kolam ikan tawes?
Apakah urea dapat meningkatkan pertumbuhan ikan tawes?Pada level berapa urea diberikan pada kolam ikan tawes untuk mengahsilkan pertumbuhan terbaik?Bagaimana bentuk respon pemberian urea pada pertumbuhan ikan tawes?



1.Konsep Agribisnis  dan Perikanan
2.Review Konsep Manajemen dan aplikasinya dalam agribisnis perikanan (Manajemen Produksi, Pemasaran, …)
3.Pentingnya sektor perikanan bagi perekonomian
4.Bentuk-bentuk Badan Usaha dalam Agribisnis Perikanan
5.Penggunaan Teori-teori Ekonomi dalam Agribisnis Perikanan
6.Aplikasi Manajemen dalam Agribisnis Perikanan
7.Pembiayaan Usaha dalam Agribisnis Perikanan
8.Pengembangan Agribisnis melalui program MINAPOLITAN
9.Kontribusi Agribisnis Perikanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Peranan Organisasi dalam pengembangan Agribisnis

Merupakan mata kuliah wajib yang membahas tentang dunia mikroba dari mulai dasar-dasar pemahaman mikrobiologi hingga aplikasi ilmu mikrobiologi khususnya di bidang perikanan. Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa dunia perikanan saat ini sangat membutuhkan teknologi mikrobiologi untuk mengatas beberapa kendala di bidang perikanan.

Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang seharusnya terjadi disuatu wilayah, berkaitan dengan kedudukan individu atau kedudukan seseorang dalam konteks kemasyarakatannya seluas-luasnya yang berguna untuk memuliakan kehidupan manusia dari masa kemasa.

 

Sosiologi Masyarakat Pesisir adalah ilmu yang membicarakan apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang seharusnya terjadi pada masyarakat di wilayah pesisir, berkaitan dengan kedudukan individu terhadap kedudukan masyarakat mencakup interaksi seluas-luasnya dari masa kemasa yang bertujuan untuk kemulian kehidupan masyarakat pesisir.

 

Sosiologi Masyarakat Perikanan adalah ilmu yang membicarakan apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang seharusnya terjadi pada masyarakat perikanan, berkaitan dengan kedudukan individu terhadap kedudukan masyarakat mencakup interaksi seluas-luasnya dari masa kemasa yang bertujuan untuk kemulian kehidupan masyarakat perikanan dengan focus komoditas perikanan. Berkaitan dengan pemanfaatan, pelestarian dan keberlanjutan usaha perikanan.


Tata Letak Perencanaan Pabrik merupakan bidang kajian yang mengupas tentang urgensi perencanaan pendirian suatu pabrik, prosedur, sistem dan perancangan proses yang terkait didalamnya. Selain itu Mata Kuliah ini juga memberikan pengetahuan kepada peserta didik tentang managemen kontrol dan eksternalitas yang ditimbulkan dalam perencanaan tata letak. Sehingga dengan mengikuti mata kuliah ini, peserta didik akan mendapatkan gambaran secara konprehensif terkait bagaimana perencangan pendirian pabrik (khususnya terkait pabrik perikanan) dari penentuan lokasi, proses internal pabrik hingga eksternalitas yang ditimbulkan.

 

Topik Perkuliahan terdiri dari:


·         Ruang lingkup perencanaan tata letak 

·         Faktor-faktor pertimbangan dalam menentukan lokasi

·         Penentuan prioritas alternatif lokasi pendirian pabrik

·         Perencanaan bangunan pabrik

·         Kebutuhan peralatan dan internal pabrik

·         Perancangan Proses

·         Perancangan aliran bahan

·         Perencanaan keterkaitan kegiatan

·         Eksternalitas yang ditimbulkan pabrik